Puisi – Rumah-Mu

Rumah-Mu

Irinya aku,
Dengan dia si Lelaki,
Pintu rumah-Mu senantiasa terbuka buat mereka,
Mereka bebas ke sana tanpa batasan waktu,
Tanpa perlu disekat hadirnya,
Tanpa perlu dikhuatiri kecelakaannya,

Irinya aku,
Sedangkan aku ini hanyalah gadis,
Yang gerak-geri ku sentiasa diperhati,
Yang laku ku dianggap menarik perhatian,
Padahal aku cuma mahu bebas ke sana,
Yang damainya aku dambakan,

Tenangnya,
Indahnya,
Amannya,
Tak dapat aku ungkapkan,
Betapa bahagianya aku,
Andai dapatku jejakkan kaki ku di sana,
Di Rumah-Mu yang Mulia.

-Fiez

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *